Hi kawan, kali ini saya akan berbagi tutorial membangun Zimbra Mail Server dengan arsitektur multi server dengan menggunakan 3 server. Walaupun di luar sana sudah banyak tutorial berupa artikel dan video. Di sini saya akan melakukan instalasi hingga konfigurasi versi saya berdasarkan pengalaman pribadi.
Persiapan server :
Server Ldap :
- CPU : min. 4 vCPU
- Memory : min. 4 GB (sesuaikan dengan kebutuhan)
- Disk0 : 60 GB (/root), 30 GB (/var/log), dan sisanya untuk swap
- Format partisi : XFS
- Filesystem : LVM
- NIC : min. 1
Server Mailbox :
- CPU : min. 4 vCPU
- Memory : min. 16 GB (sesuaikan dengan kebutuhan)
- Disk0 : /root=60 GB, /var/log=30 GB, dan sisanya untuk swap
- Disk1 : /opt/zimbra=sesuaikan kebutuhan (rumus=total user x quota per user)
- Disk2 : /zimbra_backup=sesuaikan kebutuhan (bisa disamakan dengan partisi /opt/zimbra)
- Format partisi : XFS
- Filesystem : LVM
- NIC : min. 1
Sever MTA+Proxy+LDS :
- CPU : min. 4 vCPU
- Memory : min. 8 GB (sesuaikan dengan kebutuhan)
- Disk0 : 60 GB (/root), 30 GB (/var/log), dan sisanya untuk swap
- Format partisi : XFS
- Filesystem : LVM
- NIC : min. 1
Kebutuhan lainnya :
- DNS server (bind, named, dnsmasq atau unbound)
- Akses Internet untuk akses ke repository OS, repo.zimbra.com, files.zimbra.com, dan license.zimbra.com
- Installer Zimbra Daffodil serta lisensi trial di sini (installer menyesuaikan dengan OS yang digunakan.
- Jika ingin dipublish ke internet tentunya membutuhkan IP Publik, domain + dns management.
- Sistem Operasi Ubuntu/Rocky/RHEL/Oracle.
- Menggunakan Virtualisasi (tidak disarankan di server fisik langsung).
Note : saya anggap pembaca sudah dapat melakukan instalasi sistem operasi linux jadi proses ini saya skip.
Referensi :
- https://zimbra.github.io/documentation/zimbra-10/multi-server-install.html
